Friday, March 6, 2020

"Sinektik" Tingkat Menulis Cerpen melalui Film Pendek


‘Sinektik’ Tingkatkan Menulis Cerpen melalui Film Pendek
Noor Alfiyah, S. Pd. M.Si.
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri  2 Bringin, Kab. Semarang





Dalam proses pembelajaran peserta didik sering dijadikan kambing hitam apabila pembelajaran tidak memenuhi target yang diharapkan  oleh guru. Banyak alasan di antaranya peserta didik dianggap malas, bodoh, kurang memperhatikan, dsb. Dari segi aktivitas belajar, peserta didik kurang memperhatikan ketika diberikan penjelasan, saat pembelajaran berkelompok mereka tidak menunjukkan kerja sama yang baik bahkan ada yang sibuk sendiri. Namun, sebagai guru kita harus instrospeksi diri dan berusaha mengetahui alasan mengapa peserta didik kurang semangat beraktivitas sehingga hasil belajarnya rendah. Guru yang kreatif akan berusaha mencari penyebabnya agar pembelajaran menjadi menarik, tidak membosankan, dan selalu menyenangkan. Rendahnya kemampuan menulis cerpen di kelas IX E SMPN 2 Bringin, Kab. Semarang semester 1 TP 2019/2020 diduga karena pembelajaran yang bersifat konvensional, monoton, dan kurang variatif. Melihat kondisi ini peneliti menganggap perlu menemukan model dan media pembelajaran yang bisa membuat peserta didik lebih mudah dalam menguasai materi menulis cerpen sehingga bisa meningkatkan aktivitas dan hasil belajarnya.
Menurut Susilana (2010) Media pembelajaran yang tepat dapat melibatkan peserta didik berperan secara aktif baik secara fisik, mental, maupun emosional. Media pembelajaran dapat menarik minat dan gairah belajar peserta didik. Media pembelajaran film pendek merupakan media pembelajaran berupa tayangan film pada materi menulis cerpen. Melalui film pendek diharapkan mampu menginspirasi untuk mencipta sebuah cerpen.
Menurut William J.J Gordon (2008) Sinektik berarti strategi mempertemukan berbagai unsur, dengan menggunakan kiasan untuk memperoleh satu pandangan baru.  Sinektik merupakan model pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan kreativitas. Model pembelajaran ini merupakan upaya pemahaman menulis cerpen melalui proses metaforik dan analogi yang menekankan keaktifan dan kreativitas peserta didik.
Sebelum menggunakan model pembelajaran, rata-rata aktivitas belajar peserta didik berada pada skor 2,90 atau kualifikasi cukup. Setelah menggunakan model pembejararan sinektik berbantuan film pendek, aktivitas belajar meningkat menjadi 3,84 atau pada kualifikasi baik. Begitu pula pada ketuntasan hasil belajar dengan KKM 75. Sebelum dilakukan tidakan rata-rata hasil belajar hanya 64,67. Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan model pembejararan sinektik berbantuan film pendek, hasil belajarnya meningkat menjadi 86,07 atau pada kualifikasi baik. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila hasil belajar pada KD. Menulis cerpen mencapai nilai rata-rata klasikal lebih dari 85.
Proses Pembelajaran menggunakan saintifik atau 5M, Pada tindakan I guru menayangkan film pendek berjudul “Pejuang Subuh,” peserta didik mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dengan berkelompok yang terdiri dari 6 anggota untuk menulis isi cerita film dengan sudut pandang orang ketiga, mengasosiasi, dan mengkonfirmasi, pada tugas individu peserta didik menulis cerpen yang dikaitkan dengan tema film dengan sudut pandang orang ketiga. Sedangkan pada tindakan II, perlakuan sama. Namun film yang ditayangkan berbeda. Berdasarkan film berjudul “Bejo,” anggota kelompok 4 orang menuliskannya menjadi cerpen dengan sudut pandang orang ketiga. Pada tugas individu, peserta didik menulis cerpen dengan sudut pandang orang pertama. Guru meminta untuk menghubungkan peristiwa yang dipilih sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada film pendek yang ditayangkan dan menganalogikan pada diri sendiri atau menjadi analogi dari peristiwa tersebut.
            Aspek yang dinilai meliputi: isi cerita, unsur intrinsik, kosakata, bahasa, ejaan, dan tanda baca. Sedangkan pengamatan aktivitas meliputi: diskusi, kerja sama, dan keaktifan.
            Jadi model pembelajaran sinektik berbantuan film pendek dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik menulis cerpen di kelas IX E SMPN 2 Bringin, Kabupaten Semarang, semester I tahun pelajaran 2019/2020. Saran peneliti hendaknya guru menggunakan model dan media pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.

No comments:

Post a Comment